You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan KALIAGUNG

Kap. Sentolo, Kab. KULON PROGO, Prov. DI Yogyakarta

Antusiasme Warga dalam Nyadran Agung Desa Kaliagung Tahun 2019


Kaliagung - Agenda tahunan Desa Kaliagung yaitu Nyadran Agung kembali di gelar pada Rabu legi, 1 Mei 2019 yang bertempat di Lapangan Tunas Harapan Desa Kaliagung. Nyadaran Agung kali ini mengangkat tema "ANGLELURI BUDAYA ADILUHUNG, NYAWIJI, GREGET SENGGUH ORA MINGKUH, MBANGUN DESA KALIAGUNG" yang memiliki makna bahwa membangun Desa Kaliagung bersama dengan melesatrikan budaya adiluhung. Tradisi nyadaran agung tahun ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak seperti warga desa Kaliagung sekitar dan para tamu undang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Untung Waluya selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo yang sangat mengapresiasi adanya nyadran agung dengan antusiasme warga yang hampir sama seperti nyadran agung di Alun-Alun Wates. Selain dihadiri oleh Bapak Utung Waluya, Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Kodrat, Kapolsek Sentolo, Bapak Albani, ST, Anggota DPRD DIY, Ibu Ir. Purwantini selaku Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo, Bapak Juwari dari Kecamatan Sentolo, dan mantan perangkat Desa Kaliagung.

Acara nyadran agung Desa Kaliagung ini dimerihakan dengan penampilan Karawitan Ibu-Ibu dari Pedukuhan Banyunganti Lor dan Banyunganti Kidul, Karawitan SD N Kaliagung, Sanggar Tari Damar Wulan dan tentunya yang paling dinanti-nanti oleh warga Desa Kaliagung adalah Kirab Budaya. Kirab Budaya tahun ini bida di bilang sangat meriah karena 12 pedukuhan mengeluarkan bregodo-bregodo terbaiknya dengan menampilkan display yang menarik. Rute kirab budaya yang mengambil rute Kleben - Lapangan Tunas Harapan Desa Kaliagung juga memiliki filosofi yang sangat mendalam, karena ini berkait dengan serajah terbentuknya Desa Kaliagung. Yang mana Desa Kaliagung merupakan penggabungan dua Kalurahan yaitu Kalurahan Kemiri yang berpusat di Kleben dan Kalurahan Kalinganti yang berpusat di Kalipenten. Hingga akhirnya tanggal 30 Maret 1948 bergabung menjadi satu bernama Desa Kaliagung.

Puncak dari kirab budaya dan nyadran ini adalah merebutkan gunungan yang ada 5 gunungan yaitu Gunungan Lemper dari Pedukuhan Kleben, Gunungan Air Minum dari Kelompok PKH, Gunungan Teh dari Sponsor Teh Dandang dan 2 Gunungan dari Pmerintah Desa Kaliagung sebagai wujud syukur yaitu Gunungan Apem dan Hasil Bumi dari pedagang sayur dan buah Pasar Desa Kaliagung.(na/doc-dianmanikap)

Bagikan artikel ini: