
Dalam upaya meningkatkan kualitas serta keberlanjutan program pendampingan budaya di wilayah Yogyakarta, Setiap bulan Pendamping Budaya Kabupaten Kulon Progo mengadakan Rakortin dengan Kepala Seksi (Kasie) Pengembangan Kapasitas Lembaga Kelurahan/ Kalurahan Budaya pada Senin, 3 Maret 2025. Pertemuan ini berlangsung di Pendopo Kalurahan Kaliagung dan membahas berbagai program pendampingan seni yang sedang dan akan dilaksanakan.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program pementasan yang menjadi bagian dari kegiatan rutin kebudayaan, termasuk Pementasan Bandara di YIA, Pementasan Selasa Wagen, dan Pementasan Gelar Potensi. Program-program ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi pelaku seni lokal dalam menampilkan karya mereka serta memperkuat identitas budaya di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Dra. Supartini selaku Kasie menyampaikan evaluasi serta masukan terkait efektivitas program yang telah berjalan. Pementasan Bandara, misalnya, mendapat perhatian khusus karena menjadi salah satu bentuk promosi budaya kepada wisatawan yang datang melalui pintu gerbang utama Yogyakarta. Sementara itu, Pementasan Selasa Wagen yang rutin diadakan setiap Selasa Wage di kawasan Malioboro juga dibahas dalam aspek peningkatan daya tarik serta keterlibatan komunitas seni yang lebih luas.
Selain itu, Pementasan Gelar Potensi yang berfokus pada eksplorasi dan pengembangan potensi seni serta budaya di setiap kalurahan juga menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan. Kegiatan ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkenalkan ragam budaya lokal kepada masyarakat sekaligus mendukung ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Karena adanya pemangkasan anggaran di setiap OPD termasuk di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) Provinsi DIY diharapkan semua kalurahan budaya tetap eksis dan berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan rencana tindak lanjut, termasuk penyusunan strategi peningkatan kualitas pementasan serta upaya memperluas jangkauan audiens agar seni dan budaya lokal semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat luas. Diharapkan, hasil dari pertemuan ini dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem budaya di Yogyakarta secara berkelanjutan.kls-pd.