KALIAGUNG - Pelaksanaan BBGRM 2026 di Banyunganti Kidul, Kulon Progo, berlangsung meriah dengan kunjungan Wakil Bupati Ambar Purwoko, peninjauan TPS 3R Kaliagung, koperasi desa, hingga peresmian Pendopo Wareng Aditama.
Semangat gotong royong masih menjadi denyut kehidupan masyarakat desa di Kabupaten Kulon Progo. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Wareng Aditama, Banyunganti Kidul, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut terasa istimewa karena turut dihadiri Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, beserta jajaran organisasi perangkat daerah dan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Daerah Kulon Progo.
Namun BBGRM tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial semata. Rangkaian kegiatan yang digelar justru memperlihatkan bagaimana semangat gotong royong diterjemahkan dalam bentuk yang lebih nyata, mulai dari pengelolaan sampah, penguatan ekonomi desa, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sebelum menuju lokasi utama acara, rombongan Wakil Bupati terlebih dahulu mengunjungi TPS 3R Kaliagung yang berada di Banyunganti Lor. Di lokasi tersebut, rombongan mendapat penjelasan mengenai sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dijalankan warga setempat.
Menariknya, pengelolaan sampah di Kaliagung juga dikembangkan melalui budidaya maggot. Program ini menjadi salah satu upaya pengolahan limbah organik yang kini mulai banyak diterapkan di berbagai wilayah karena dinilai mampu mengurangi volume sampah sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kopdes Merah Putih atau KDKMP di Kaliagung. Di tempat ini, rombongan melihat langsung progres persiapan pengelolaan koperasi desa yang diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju Gedung Serbaguna Wareng Aditama di Banyunganti Kidul. Di lokasi inilah puncak kegiatan BBGRM 2026 digelar, termasuk prosesi peresmian pendopo secara resmi.
Suasana acara berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Penampilan tari-tarian dari Karang Taruna sukses menghidupkan suasana sejak awal acara.
Tak hanya itu, sejumlah stand UMKM dan kelompok masyarakat juga turut meramaikan kegiatan. Mulai dari KWT Bunda Mandiri Banyunganti Kidul, BSI, hingga Desa Prima menampilkan berbagai produk dan hasil karya masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan sejumlah bantuan dan hibah. Salah satunya hibah pengembangan Lumbung Mataram 2027 yang bersumber dari Dana Keistimewaan Yogyakarta.
Selain itu terdapat pula bantuan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan irigasi perpompaan kepada Gapoktan Prakosorejo Salamrejo dan beberapa dukungan program lainnya untuk masyarakat dan beberapa hibah lainnya dari institusi lainnya.
Menariknya lagi, rangkaian kegiatan BBGRM 2026 ditutup dengan prosesi tebar benih ikan yang dilakukan oleh pasangan calon pengantin atau catin bersama Wakil Bupati Kulon Progo.
Prosesi tersebut menjadi simbol harapan akan kehidupan baru yang penuh keberkahan, sekaligus ajakan agar masyarakat terus menjaga budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui BBGRM 2026 ini, Banyunganti Kidul tidak hanya menunjukkan semangat kebersamaan warga desa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pembangunan desa bisa berjalan berdampingan dengan penguatan lingkungan, ekonomi masyarakat, dan pelestarian nilai sosial. (arum-sid)***