You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Kaliagung
Logo Desa Kaliagung
Kaliagung

Kec. Sentolo, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Kaliagung. Jika ada Pertanyaan seputar Pelayanan Umum bisa WhatsApp Chat di nomor 085163242006 (Hari dan Jam Kerja)

Tradisi Tawu Sendang di Sendang Mulyo Kaligalang, Wujud Syukur Warga Sambut Bulan Suro

TIM SID 19 Juni 2026 Dibaca 1 Kali
Tradisi Tawu Sendang di Sendang Mulyo Kaligalang, Wujud Syukur Warga Sambut Bulan Suro

Kaliagung - Tradisi Tawu Sendang kembali digelar di Sendang Mulyo, Padukuhan Kaligalang, Kaliagung, pada 17 Juni 2026 sebagai bentuk syukur masyarakat dalam menyambut Bulan Suro sekaligus melestarikan tradisi Jawa.

Masyarakat Padukuhan Kaligalang, Kalurahan Kaliagung, kembali menggelar tradisi Tawu Sendang di Sendang Mulyo pada Rabu, 17 Juni 2026. Upacara adat yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut datangnya Bulan Suro atau Muharram.

Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya Jawa, tetapi juga menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas keberadaan Sendang Mulyo yang hingga kini masih memberikan manfaat bagi kehidupan warga sekitar.

Selama bertahun-tahun, sendang tersebut menjadi sumber air yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari keperluan rumah tangga hingga pengairan lahan pertanian di wilayah Padukuhan Kaligalang.

Sendang Mulyo Menjadi Sumber Kehidupan Warga

Bagi masyarakat setempat, Sendang Mulyo bukan sekadar mata air biasa. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu sendang yang dikeramatkan dan memiliki nilai budaya yang masih dijaga hingga sekarang.

Air dari sendang tersebut setiap hari dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, keberadaannya juga berperan penting dalam mengairi sawah milik masyarakat sehingga turut menopang aktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Secara kepemilikan, kawasan Sendang Mulyo diketahui merupakan milik almarhum Simbah Somo yang selama ini dikenal sebagai pemilik wilayah sendang tersebut.

Diawali Kerja Bakti dan Pengurasan Sendang

Rangkaian Tawu Sendang tidak hanya berpusat pada pelaksanaan upacara adat. Beberapa hari sebelumnya, masyarakat terlebih dahulu bergotong royong membersihkan kawasan sendang.

Kerja bakti dilakukan bersama oleh warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian sumber mata air yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Selain membersihkan area sekitar, warga juga melakukan pengurasan Sendang Mulyo. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan sebelum pelaksanaan prosesi utama sebagai simbol penyucian sekaligus menjaga kebersihan mata air.

Semangat gotong royong terlihat dalam setiap tahapan persiapan. Warga dari berbagai kalangan ikut terlibat agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik.

Menyiapkan Rasulan dan Ubarampe Tradisi Jawa

Usai proses pembersihan selesai, masyarakat mulai menyiapkan berbagai sajian yang akan digunakan dalam prosesi adat.

Salah satu hidangan utama yang dipersiapkan adalah rasulan berupa nasi gurih lengkap dengan ingkung ayam. Selain itu, masyarakat juga membuat berbagai lauk pelengkap atau ubarampe yang menjadi bagian dari tradisi Jawa.

Beberapa sajian yang disiapkan di antaranya gudangan beserta pelengkap lainnya sesuai tradisi yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.

Seluruh hidangan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tawu Sendang sebagai simbol rasa syukur atas berkah yang diterima masyarakat, khususnya keberadaan sumber mata air yang terus mengalir dan memberi manfaat.

Tradisi Tahunan Menyambut Bulan Suro

Pelaksanaan Tawu Sendang selalu dikaitkan dengan datangnya Bulan Suro yang memiliki makna tersendiri dalam tradisi masyarakat Jawa.

Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk berkumpul, mempererat kebersamaan, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya merawat nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan warga.

Keberadaan Sendang Mulyo hingga kini tetap memiliki peran penting, baik dari sisi sosial, budaya, maupun sebagai sumber air yang dimanfaatkan setiap hari.

Dengan terus dilaksanakannya Tawu Sendang setiap tahun, masyarakat Padukuhan Kaligalang berharap tradisi tersebut tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya lokal sekaligus bentuk penghormatan terhadap sumber kehidupan yang telah memberi manfaat bagi warga selama bertahun-tahun.(arum-sid)***

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.444.849.867,74 Rp 1.994.113.831,00
72.46%
Belanja
Rp 1.014.342.932,00 Rp 2.102.651.610,88
48.24%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 108.537.169,88
0%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 162.890.600,00 Rp 163.093.600,00
99.88%
Hasil Aset Desa
Rp 16.415.000,00 Rp 49.750.000,00
32.99%
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 6.684.700,00 Rp 50.527.330,00
13.23%
Dana Desa
Rp 373.456.000,00 Rp 373.456.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 69.879.655,00 Rp 202.660.785,00
34.48%
Alokasi Dana Desa
Rp 518.584.000,00 Rp 842.702.116,00
61.54%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 295.000.000,00 Rp 295.000.000,00
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp 0,00 Rp 11.924.000,00
0%
Bunga Bank
Rp 1.939.912,74 Rp 5.000.000,00
38.8%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 508.407.477,00 Rp 914.548.227,40
55.59%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 240.897.255,00 Rp 810.802.479,00
29.71%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 263.238.200,00 Rp 370.521.060,00
71.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 1.800.000,00 Rp 6.779.844,48
26.55%