Kaliagung - Tradisi Tawu Sendang kembali digelar di Sendang Mulyo, Padukuhan Kaligalang, Kaliagung, pada 17 Juni 2026 sebagai bentuk syukur masyarakat dalam menyambut Bulan Suro sekaligus melestarikan tradisi Jawa.
Masyarakat Padukuhan Kaligalang, Kalurahan Kaliagung, kembali menggelar tradisi Tawu Sendang di Sendang Mulyo pada Rabu, 17 Juni 2026. Upacara adat yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut datangnya Bulan Suro atau Muharram.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya Jawa, tetapi juga menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas keberadaan Sendang Mulyo yang hingga kini masih memberikan manfaat bagi kehidupan warga sekitar.
Selama bertahun-tahun, sendang tersebut menjadi sumber air yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari keperluan rumah tangga hingga pengairan lahan pertanian di wilayah Padukuhan Kaligalang.
Sendang Mulyo Menjadi Sumber Kehidupan Warga
Bagi masyarakat setempat, Sendang Mulyo bukan sekadar mata air biasa. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu sendang yang dikeramatkan dan memiliki nilai budaya yang masih dijaga hingga sekarang.
Air dari sendang tersebut setiap hari dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, keberadaannya juga berperan penting dalam mengairi sawah milik masyarakat sehingga turut menopang aktivitas pertanian di kawasan tersebut.
Secara kepemilikan, kawasan Sendang Mulyo diketahui merupakan milik almarhum Simbah Somo yang selama ini dikenal sebagai pemilik wilayah sendang tersebut.
Diawali Kerja Bakti dan Pengurasan Sendang
Rangkaian Tawu Sendang tidak hanya berpusat pada pelaksanaan upacara adat. Beberapa hari sebelumnya, masyarakat terlebih dahulu bergotong royong membersihkan kawasan sendang.
Kerja bakti dilakukan bersama oleh warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian sumber mata air yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
Selain membersihkan area sekitar, warga juga melakukan pengurasan Sendang Mulyo. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan sebelum pelaksanaan prosesi utama sebagai simbol penyucian sekaligus menjaga kebersihan mata air.
Semangat gotong royong terlihat dalam setiap tahapan persiapan. Warga dari berbagai kalangan ikut terlibat agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik.
Menyiapkan Rasulan dan Ubarampe Tradisi Jawa
Usai proses pembersihan selesai, masyarakat mulai menyiapkan berbagai sajian yang akan digunakan dalam prosesi adat.
Salah satu hidangan utama yang dipersiapkan adalah rasulan berupa nasi gurih lengkap dengan ingkung ayam. Selain itu, masyarakat juga membuat berbagai lauk pelengkap atau ubarampe yang menjadi bagian dari tradisi Jawa.
Beberapa sajian yang disiapkan di antaranya gudangan beserta pelengkap lainnya sesuai tradisi yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.
Seluruh hidangan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tawu Sendang sebagai simbol rasa syukur atas berkah yang diterima masyarakat, khususnya keberadaan sumber mata air yang terus mengalir dan memberi manfaat.
Tradisi Tahunan Menyambut Bulan Suro
Pelaksanaan Tawu Sendang selalu dikaitkan dengan datangnya Bulan Suro yang memiliki makna tersendiri dalam tradisi masyarakat Jawa.
Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk berkumpul, mempererat kebersamaan, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya merawat nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan warga.
Keberadaan Sendang Mulyo hingga kini tetap memiliki peran penting, baik dari sisi sosial, budaya, maupun sebagai sumber air yang dimanfaatkan setiap hari.
Dengan terus dilaksanakannya Tawu Sendang setiap tahun, masyarakat Padukuhan Kaligalang berharap tradisi tersebut tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya lokal sekaligus bentuk penghormatan terhadap sumber kehidupan yang telah memberi manfaat bagi warga selama bertahun-tahun.(arum-sid)***