You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Kaliagung
Logo Desa Kaliagung
Kaliagung

Kec. Sentolo, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Kaliagung. Jika ada Pertanyaan seputar Pelayanan Umum bisa WhatsApp Chat di nomor 085163242006 (Hari dan Jam Kerja)

Cegah Stunting Dimulai dari Dapur Keluarga, Kader Kesehatan Kaliagung Dibekali Teknik Pemberian MP-ASI yang Tepat

Administrator 20 Juli 2026 Dibaca 7 Kali
Cegah Stunting Dimulai dari Dapur Keluarga, Kader Kesehatan Kaliagung Dibekali Teknik Pemberian MP-ASI yang Tepat

Kaliagung – Pemerintah Kalurahan Kaliagung terus menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yang dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) di Aula Kalurahan Kaliagung.

Kegiatan ini diikuti oleh kader kesehatan Kalurahan Kaliagung dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai praktik pemberian makan yang tepat bagi bayi dan balita sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.

Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Lurah Kaliagung, Sugeng Nugroho, S.Psi., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Lurah Kaliagung menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader kesehatan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendampingi masyarakat, khususnya pada program penanganan stunting di wilayah Kalurahan Kaliagung.

"Terima kasih kepada seluruh kader kesehatan yang selama ini telah banyak membantu dan berkontribusi dalam upaya penanganan stunting di Kalurahan Kaliagung. Peran kader sangat penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal," ujar Sugeng Nugroho.

Materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Tri Arminatun, S.Tr.Gz. selaku Ahli Gizi UPTD Puskesmas Sentolo 1 yang menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada masa tersebut, kebutuhan gizi anak harus dipenuhi secara optimal karena menjadi periode emas pertumbuhan dan perkembangan.

Narasumber menjelaskan bahwa pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) sebaiknya dimulai saat bayi berusia enam bulan, sementara pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih. MP-ASI yang diberikan harus memenuhi prinsip tepat usia, tepat frekuensi, tepat jumlah, memiliki tekstur yang sesuai dengan usia anak, beragam, higienis, serta diberikan secara responsif sesuai kebutuhan anak.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan pemberian MP-ASI berdasarkan kelompok usia, mulai dari usia 6 bulan hingga 24 bulan, termasuk penyesuaian tekstur makanan, frekuensi makan, serta porsi yang dianjurkan agar kebutuhan energi dan zat gizi anak dapat terpenuhi secara optimal.

Selain itu, narasumber menekankan pentingnya keamanan pangan dalam penyajian makanan keluarga. Lima kunci keamanan pangan yang diperkenalkan meliputi menjaga kebersihan, memisahkan bahan pangan mentah dan matang, memasak hingga benar-benar matang, menyimpan makanan pada suhu yang aman, serta menggunakan bahan baku dan air yang aman.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa keberhasilan intervensi percepatan penurunan stunting memerlukan kerja sama lintas sektor melalui edukasi kepada keluarga, surveilans gizi yang berkelanjutan, serta integrasi program dari berbagai pihak.

Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh kader kesehatan mampu menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada keluarga mengenai praktik pemberian makan bayi dan anak yang benar, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mempercepat terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, serta bebas stunting di Kalurahan Kaliagung.(*na.sid_)

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.444.849.867,74 Rp 1.994.113.831,00
72.46%
Belanja
Rp 1.014.342.932,00 Rp 2.102.651.610,88
48.24%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 108.537.169,88
0%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 162.890.600,00 Rp 163.093.600,00
99.88%
Hasil Aset Desa
Rp 16.415.000,00 Rp 49.750.000,00
32.99%
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 6.684.700,00 Rp 50.527.330,00
13.23%
Dana Desa
Rp 373.456.000,00 Rp 373.456.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 69.879.655,00 Rp 202.660.785,00
34.48%
Alokasi Dana Desa
Rp 518.584.000,00 Rp 842.702.116,00
61.54%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 295.000.000,00 Rp 295.000.000,00
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp 0,00 Rp 11.924.000,00
0%
Bunga Bank
Rp 1.939.912,74 Rp 5.000.000,00
38.8%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 508.407.477,00 Rp 914.548.227,40
55.59%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 240.897.255,00 Rp 810.802.479,00
29.71%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 263.238.200,00 Rp 370.521.060,00
71.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 1.800.000,00 Rp 6.779.844,48
26.55%