You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Kaliagung
Logo Desa Kaliagung
Kaliagung

Kec. Sentolo, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Kaliagung. Jika ada Pertanyaan seputar Pelayanan Umum bisa WhatsApp Chat di nomor 085163242006 (Hari dan Jam Kerja)

Menabuh Nada Budaya: Yogyakarta Gamelan Festival 2025 Meriahkan Embung Giwangan

Ekobay 23 Juli 2025 Dibaca 170 Kali
Menabuh Nada Budaya: Yogyakarta Gamelan Festival 2025 Meriahkan Embung Giwangan

Yogyakarta, 21 Juli 2025 — Suara gamelan menggema serempak di kawasan Embung Giwangan, Yogyakarta, pada Senin (21/7), dalam gelaran Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2025. Acara yang digagas oleh Komunitas Gayam16 ini mengusung semangat kebersamaan dan pelestarian budaya melalui penabuhan gamelan massal yang melibatkan 17 kalurahan budaya serta sejumlah komunitas karawitan dari berbagai penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ratusan seniman, muda hingga sepuh, duduk berjajar menabuh gamelan dalam harmoni yang menyatukan tempo, rasa, dan jiwa budaya. Momen puncak terjadi saat seluruh peserta memainkan gending bersama, menciptakan suasana magis dan penuh kekhidmatan di tepi embung yang asri.

Salah satu kelompok yang turut memeriahkan festival ini adalah Kalurahan Kaliagung, yang mendapat kesempatan khusus untuk tampil bersama. Dengan penuh semangat, kelompok karawitan dari Kaliagung mempersembahkan karya musikal yang kental dengan nuansa tradisi lokal.

"Ini bukan hanya tentang seni, tapi juga tentang merawat warisan. Gamelan adalah denyut nadi kebudayaan Jawa," ujar salah satu panitia dari Komunitas Gayam16.

Festival ini menjadi ajang silaturahmi antar-kalurahan budaya dan komunitas, sekaligus ruang pembelajaran lintas generasi untuk terus menyalakan api tradisi di tengah arus modernitas.

Acara berlangsung dengan penampilan kolaboratif dan membawakan gending gamelan diantaranya, Ladrang Wirangrong, Ladrang Prosesi, dan Mars YeGeEf, memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak hanya untuk dikenang, tapi juga untuk terus dikembangkan. (kholis-pndmpg)

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.444.849.867,74 Rp 1.994.113.831,00
72.46%
Belanja
Rp 1.014.342.932,00 Rp 2.102.651.610,88
48.24%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 108.537.169,88
0%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 162.890.600,00 Rp 163.093.600,00
99.88%
Hasil Aset Desa
Rp 16.415.000,00 Rp 49.750.000,00
32.99%
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 6.684.700,00 Rp 50.527.330,00
13.23%
Dana Desa
Rp 373.456.000,00 Rp 373.456.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 69.879.655,00 Rp 202.660.785,00
34.48%
Alokasi Dana Desa
Rp 518.584.000,00 Rp 842.702.116,00
61.54%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 295.000.000,00 Rp 295.000.000,00
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp 0,00 Rp 11.924.000,00
0%
Bunga Bank
Rp 1.939.912,74 Rp 5.000.000,00
38.8%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 508.407.477,00 Rp 914.548.227,40
55.59%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 240.897.255,00 Rp 810.802.479,00
29.71%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 263.238.200,00 Rp 370.521.060,00
71.05%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 1.800.000,00 Rp 6.779.844,48
26.55%