Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Kaliagung. Jika ada Pertanyaan seputar Pelayanan Umum bisa WhatsApp Chat di nomor 085163242006 (Hari & Jam Kerja)

Artikel

Malam Satu Suro di Kemiri: Memelihara Kearifan Lokal dan Cinta Tanah Air

24 Juli 2023  KKN USD  731 Kali Dibaca  Berita Lokal

Malam satu Suro merujuk pada malam pergantian tahun dalam penanggalan Jawa. Tahun ini, malam satu Suro jatuh pada tanggal 19 Juli 2023, bulan pertama dalam penanggalan Jawa dan diyakini sebagai momen ketika roh leluhur kembali berkunjung ke dunia dan bertemu dengan keturunan mereka. Oleh karena itu, masyarakat Padukuhan Kemiri merayakan malam satu Suro dengan persembahan dan doa kepada leluhur mereka sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan. Tradisi ini memiliki akar yang kuat dalam kebudayaan Jawa dan telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi mendoakan leluhur yang sudah meninggal dikenal dengan nama “Nyadran”. Tradisi ini tercipta dari proses akulturasi antara budaya Jawa dengan budaya Islam. Tradisi Nyadran juga bertujuan untuk mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian. Selain itu, Nyadran juga dijadikan sebagai sarana guna melestarikan budaya gotong royong sekaligus upaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama). Nyadran menjadi ekspresi rasa gembira, bungah, dan syukur.

Ladosan dhahar kembul bujono merupakan tradisi asal Yogyakarta di mana masyarakat akan bersama-sama duduk lesehan dan makan bersama dengan saling bersenda gurau untuk mengakrabkan diri. Masyarakat Padukuhan Kemiri berbondong-bondong membawa berkat dengan berbagai macam isian, seperti nasi, ayam, mie goreng, sayuran, kerupuk, peyek, dan lauk pauk lainnya. Berkat makanan ini dikumpulkan pada satu tempat untuk kemudian dibagikan secara merata kepada para warga tanpa tersisa. Adapun untuk makna jamuan makan ini adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan. 

Malam Satu Suro di Padukuhan Kemiri bukan hanya tentang ritual keagamaan semata, tetapi juga tentang kebersamaan dan kearifan lokal yang melekat dalam setiap tradisi yang ada. Perayaan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Padukuhan Kemiri dan menjadi tanda persatuan dalam mempertahankan budaya leluhur.

Meskipun zaman terus berubah, tradisi malam satu Suro di Padukuhan Kemiri tetap lestari dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat setempat tetap berkomitmen untuk menjaga dan memperkuat kearifan lokal karena mereka percaya bahwa tradisi-tradisi tersebut adalah bagian dari akar kehidupan dan jati diri mereka sebagai anak bangsa Indonesia.

“Dengan diadakannya peringatan malam satu Suro di Padukuhan Kemiri, dapat menambah rasa syukur kepada Tuhan serta menciptakan kesadaran masyarakat untuk melestarikan budaya dan tradisi. Selain itu, juga dapat meningkatkan nilai-nilai keharmonisan antar warga.” ungkap Dukuh Kemiri, Harish Abdurrohman,S.Kom.

;

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

  Statistik

 Arsip Artikel

05 Maret 2019 | 50.174 Kali
SEJARAH KALURAHAN KALIAGUNG
22 Januari 2019 | 49.889 Kali
VISI MISI
11 Juli 2019 | 49.562 Kali
PENERBITAN KARTU KELUARGA
08 Juli 2019 | 49.479 Kali
LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KALURAHAN (LPMKal)
05 Juli 2019 | 49.389 Kali
Permohonan Informasi
05 Maret 2019 | 49.372 Kali
Profil
20 Juni 2019 | 49.364 Kali
SYARAT PENGANTAR NIKAH ( N1,N2,N3,N4)

 Agenda

Belum ada agenda

  Sinergi Program

 Aparatur Desa

Back Next

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Alamat : Alamat
Desa : Kaliagung
Kecamatan : Sentolo
Kabupaten : Kulon Progo
Kodepos :
Telepon :
Email :

  Statistik Pengunjung

  • Hari ini : 3,570
    Kemarin : 1,795
    Total Pengunjung : 5,382
    Sistem Operasi : Unknown Platform
    IP Address : 192.168.64.23
    Browser : Mozilla 5.0