Kaliagung - Kalurahan Kaliagung menghadiri kegiatan Pendampingan Media Sosial yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo atas undangan Kapanewon Sentolo pada Kamis, 21 Mei 2026 bertempat di Pendopo Kapanewon Sentolo. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan media sosial kalurahan agar semakin adaptif di era digital.
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Chris Agung Pramudi selaku Sekretaris Dinas Kominfo Kulon Progo dan Jalu Rahman Dewantara yang dikenal sebagai pengelola media sosial Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan akun @gegerkulonprogo.
Dalam pemaparannya, Chris Agung Pramudi menyampaikan bahwa perkembangan zaman dan teknologi saat ini menuntut perubahan sistem kerja yang lebih efektif, efisien, produktif, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik. Media sosial kini bukan lagi sekadar tempat berbagi informasi, tetapi telah berkembang menjadi sarana penyebaran informasi publik, kanal pelayanan masyarakat, alat branding daerah, mesin propaganda, bahkan peluang untuk menghasilkan pendapatan.
Beliau juga menekankan pentingnya empat pilar literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Keempat pilar tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar pemerintah kalurahan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai strategi untuk meningkatkan engagement media sosial kalurahan, di antaranya:
Sementara itu, Jalu Rahman Dewantara lebih banyak membagikan materi teknis terkait pembuatan konten media sosial yang menarik dan mudah diterima masyarakat. Ia menjelaskan bahwa dasar utama sebuah konten terletak pada “hook” atau judul yang mampu menarik perhatian dalam tiga detik pertama. Hook dapat berupa tulisan, visual, maupun musik yang singkat, jelas, dan tidak terlalu teknis.
Untuk caption atau deskripsi, disarankan menggunakan bahasa yang santai dan sesuai dengan tema konten agar lebih dekat dengan audiens. Konten juga dianjurkan memiliki karakter khas seperti maskot atau cerita berseri sehingga lebih mudah diingat masyarakat. Di akhir konten, penting untuk menyisipkan call to action agar audiens terdorong untuk berinteraksi.
Tidak hanya teori, peserta juga mendapatkan praktik teknik pengambilan gambar menggunakan telepon genggam Android. Teknik tersebut antara lain menggunakan dua tangan dengan posisi tangan menempel pada ketiak agar stabil, posisi kaki sedikit jinjit dan menekuk saat mengikuti objek bergerak, berjalan perlahan, serta menahan napas ketika merekam video agar hasil lebih halus dan minim guncangan. Kondisi tubuh yang fit juga menjadi faktor penting agar pengambilan gambar tetap stabil.
Pada sesi editing, peserta disarankan menggunakan aplikasi premium untuk mendapatkan fitur yang lebih lengkap. Penggunaan subtitle juga dianjurkan untuk membantu teman-teman disabilitas dalam menikmati konten. Selain itu, pemilihan musik yang relevan, kualitas unggahan 1080p dengan 30 bitrate, serta menentukan waktu unggah terbaik seperti pukul 12.00, 16.00, atau 20.00 WIB menjadi bagian penting agar konten lebih optimal menjangkau audiens. Waktu unggah juga dapat disesuaikan melalui fitur dashboard profesional media sosial.
Melalui kegiatan ini, Kalurahan Kaliagung diharapkan mampu memaksimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pelayanan publik, promosi potensi kalurahan, serta media komunikasi yang informatif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.(_na*sid)